Napak tilas sebuah lisan yang berbicara lewat baris-baris kata tentang sebuah perjalanan
Minggu, 06 Agustus 2017
Kabar dari Jalan
Minggu, 16 Juli 2017
Tiga Orang dalam Raditya Dika
![]() |
| Digambarkan dengan semena-mena oleh dirinya sendiri |
Jumat, 09 Juni 2017
Sekali lagi, berguru
Minggu, 14 Mei 2017
[Review] Kartini : Perayaan dengan Airmata
Senin, 09 Januari 2017
Melangkah, Menghampiri Genap
| sesekali berhenti, untuk hal-hal seperti ini |
Selarik Berarti
Senin, 02 Januari 2017
Ya ? Tunggu Dulu
Selasa, 13 Desember 2016
Ketika Kita
Minggu, 30 Oktober 2016
Mengambil Ancang-ancang
![]() |
| Berhadapan dengan mereka, berarti berlatih mengambil ancang-ancang |
Kamis, 02 Juni 2016
#ProjectBerdua : Meski Bukan Satu-Satunya
Senin, 16 Mei 2016
Yang kamu lakukan itu jahat, Rangga
Minggu, 10 April 2016
Sudah malam
Tentang sesiangan yang teramat megah
Seperti bukan panggungku
Aku kelu
Padahal biasanya mulutku menyemburkan apapun, sekalipun hanya gerutu
Kau pasti tau
Kini sudah malam
Saatnya tak lagi memikirkan ketuntasan yang mengejar kata pasti
Esok saja masih ada kelebihan sepersekian detik untuk melanjutkan asa, katamu
Merebah pada pelukmu
Pulang
Permintaanmu hanya itu
Dan aku setuju
Kamis, 31 Maret 2016
Saya (tak) cemburu
Jumat, 26 Februari 2016
Jika Rindu
Kemana seharusnya anakan sungai yang meluap ini beralamat?
Tak pernah ada cukup waktu untuk bersabar menemukan lautan kering menyisakan garam
Segala kenang tumpah ruah membanjiri jalan yang ditempeli tawa kita di hari kemarin
Tak ada sesal bila itu membawa aroma tubuhmu yang tak pernah berganti dalam ingatanku
Sulit untuk meminta rindu agar berhenti mengetuk-ngetuk
Maka ku bukakan pintu yang membawa dingin pada telapak kaki
Membiarkan ingatan tentang percakapan yang tak selesai diantara kita menyelesaikan kalimatnya sendiri
Aku menonton dengan kelu
Disini masa dorman bagi cerita bersamamu tak lagi berlagu
Akan menjadi panjang dan tak menemukan tetas benih seperti dalam cita-cita
Tak ada yang bisa berhitung berapa kali aku akan kembali dikunjungi
Aku sudah bersiap menampung semuanya sendiri
Bukan berlagak kuat menangkup bah
Aku hanya tak bisa lagi berjalan menujumu untuk pulang
Dan sebuah andai tak lagi mampu menjadi bintang terang
Minggu, 21 Februari 2016
Kerap Kali Takut
Kamis, 06 Agustus 2015
Dalam tidur
Rabu, 10 Juni 2015
Display Picture teman
Ini perantauan yang pertama bagi saya dan mungkin menjadi tahap awal dari rantauan saya berikutnya kelak, seperti beberapa teman seumuran saya yang sudah lebih dulu merasakan jauh dari rumah dimana keluarga yang terhubung darah berada. Ada beberapa yang merantau sejak SMA, bahkan SMP!
Sabtu, 30 Mei 2015
bayang
Selasa, 12 Mei 2015
Selamat yang Sedikit Terlambat
Jumat, 03 April 2015
Terbiasa Berbeda
Sekali ini aku tak ingin menyangkalnya
Kamu lahir tujuh bulan lebih dulu di musim terik dan kususul saat hujan sedang ramai-ramainya
Disitu kita sudah berbeda
Nyatanya kita tetap menganggapnya sama sejak dulu, perkenalan pertama.
Lewat seorang tokoh lain yang membuat kita meriah
Tak banyak masa kecil mu yang aku tau selain temanmu juga sama denganku dan dua saudaramu yang tak pernah bermain jauh dari kita. Kalian bertiga begitu mirip.
Setelahnya, kita seperti menggenapi takdir rotasi yang Tuhan genapkan pada masing-masing harap
Tetap ada tapi tak bertatap
Jika aku bumi, mungkin saat itu kamu jadi venusnya. Kamu beredar dekat tapi hanya pada beberapa fajar aku mampu melihat
Jika benar, bumi dan venus itu jauh kan? Berbeda pula
Lucunya kita justru memulai perkenalan kedua




