Tampilkan postingan dengan label mimpi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mimpi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Februari 2015

One day

   Lagi nonton tv, kemudian liat salah seorang personel band jazz favorit saya punya kafe untuk supaya temen-temennya bisa punya tempat ngumpul yang asik, Angga Maliq n D'esential forgive me because i cheated your idea. Terlepas dari apa yang sedang terjadi, i'll support u as Maliq fans. *ketjup*
   One day, satu list baru yang memperpanjang daftar mimpi ini harus terwujud! I dream about cozy place with tasteful and memorable beverages for all lovely family and friends. 
   Untuk 6, tempat itu harus punya tempat ngobrol dengan segala posisi dan main uno yang asik, makanan ringan dan es yang selalu mereka kangenin rasanya, mungkin juga  punya ruang belakang yang bisa dijadiin kamar dadakan supaya mereka bisa nginep aja kalo udh kemaleman. 
   Buat singit, mungkin tempat itu kudu ada peredam suaranya ya, karena isinya 11 orang perempuan di satu ruangan, gils! Banyak kotak tisu dan makanan yang ngehits abis dan orang yang siap buat dimintain tolong buat fotoin kita-kita. 
   Untuk CGT, panitia sembilan tambahan yang harus ada sih kayaknya layar proyektor segede alihum gambreng buat nonton bareng dan koneksi wifi yang murah meriah tapi ngebuuutt. Makanan juga yang khas rumahan banget juga, secara dua kumpulan anak-anak itu kebanyakan anak rantau yang gampang homesick :D.
   Itu baru buat empat kumpulan keroyokan yang kalo ngumpul butuh kursi banyak atau karpet yang lebar, teman yang di luar itu juga pengen ngerasa nyaman di tempat itu.
   Yang pasti tempat itu harus punya perpustakaan mini yang keren, toilet yang bersih, kebun kecil juga mungkin yang bakal produksi bunga, sayur dan buah untuk tempat itu, dan ada aquariumnya! 
   Baru diancang-ancang aja rasanya udah bikin semangat, semoga Allah kasih jalan buat kesana dan ga cuma orang-orang ownernya aja yang bisa nyaman disana. Komunitas atau gerombolan lain bisa betah disana supaya bisa jadi tempat yang berkah penyambung silaturahim dan banyak hal hebat dari sana. Yes, one day bismillah..

Sabtu, 11 Oktober 2014

Kenapa maunya dibeliin?

   Beberapa hari yang lalu salahsatu penulis favorit saya berkabar bahwa ia telah rampung menulis sebuah buku yang berisi 'bocoran' bagaimana ia beliau bisa mendapatkan beasiswa dari 10 lembaga yang berbeda selama kurun waktu perjalanan hidupnya. Tidak sampai hanya bagaimana beliau bisa meraih mimpi-mimpi bersekolah di luar negeri secara gratis, bukunya juga membeberkan bagaimana caranya bertahan jauh dari orangtua, saudara bahkan negara tempatnya dilahirkan dalam kurun waktu yang tak sebentar. Bagian terakhir yang kemudian saya lupa tentang pertanyaan yang belum pernah terpikirkan justru sudah beliau tunjukkan, yaitu untuk apa ilmu yang sebegitu jauh kita kejar  ketika kita sudah harus kembali ke tanah ini.
 
buku yang ada dalam daftar doa :p
Jangan tanya seberapa inginnya saya membaca dan memiliki buku hebat ini, yang mungkin sudah ada pendahulunya. Tetapi tetap saja saya mengincar yang satu ini karena saya sudah pernah membaca 3 buku karyanya yang tida pernah bisa berhenti memotivasi hidup saya sampai pada tahap ini. Tetapi nyatanya, sampai hari ini, buku itu blum juga berhasil ada di tangan saya. Kenapa? Karena saya tidakk membelinya dan tidak akan membelinya.
Mungkin beberapa orang yang mengenal saya cukup dekat akan heran kenapa kalauu saya tertarik tapi saya tidak mau membelinya? Sederhana sekali alasannya, saya ingin ada seseorang yang menghadiahkannya kepada saya karena uang saya belum cukup orang tersebut tau bahwa mimpi saya bisa menyusul jejak om Fuadi sudah lama berakar.
Bisa jadi sepele memang, tapi bagi saya hal itu justru kekuatan besar bagi saya untuk tetap memegang mimpi itu, karena ternyata selain saya dan kedua orangtua saya, ada orang yang tak terhubung darah mendengar apa yang selama ini sering saya teriakkan lalu mau membantu saya melangkah menuju apa yang saya cita-citakan melalui pemberiannya dan orang tersebut adalah sahabat.
Bukan lantas saya mengucilkan mereka yang selama ini telah mengaggap saya  sebagai sahabat atau sebaliknya, tidak sama sekali. Arti mereka pun besar bagi saya sampai hari ini. Tidak sepicik itu penjelasannya.  Justru dalam hal ini, saya ingin mengoreksi seberapa jauh saya telah peduli pada orang-orang disekitar saya terutama para sahabat dan saudara tentang apa yang mereka impikan, rasakan, dan takutkan.
Lalu berhasilkah saya mendapatkan buku itu? Sampai hari ini belum, hehe. Kecewa? Mungkin iya pada diri saya, karena itu berarti saya pun tak tanggap terhadap apa yang dirasa mereka. Tetapi doa saya tetap yang terbaik untuk para saudara dan sahabat yang tak tertali darah, semoga bila saya belum menjadi seorang yang baik, ada sahabat mereka yang memiliki rasa peduli lebih untuk menjaga mereka disana dalam susah dan senangnya dan rezeki selalu mengalir cukup bagi mereka agar saya bisa membaca buku itu hehe. Ngarep sedikit ngga apa-apa lah ya, namanya juga usaha.

Selasa, 27 Mei 2014

Bagaimana saya hanya diharuskan menempuh jalan berbeda olehNya (1)

Bismillahirrohmanirrohiim...
   Ini bukan pengalaman yang baru saja saya alami, tapi rasanya saya masih sangat mengingatnya. Pelajaran 1 tahun lalu yang akhirnya mengarahkan saya melangkah keluar rumah dan menemukan 'rumah' baru untuk berjuang mengabdi di jalanNya. Ya Yogyakarta. Ini adalah seklumit cerita saya bagaimana saya bisa dipercaya oleh Yang Maha Pengasih melangkah disini sampai hari ini.
   Sejak tahun 2010 dimana saya memasuki bangku SMA, memang saya sudah bercita-cita untuk bisa masuk ke jurusan pendidikan ketika saya berkuliah nanti meskipun belum tau pendidikan apa yang akan saya pilih. Seiring waktu, karena saya juga diamanahkan berada di jurusan IPA, saya memilih untuk ke jurusan pendidikan biologi dengan banyak pertimbangan. Kala itu, UNJ adalah pilihan saya karena saya tidak mau berpisah jauh dengan orangtua. Itu pikiran saya dulu, selain itu ada 2 kota yang memang tidak diperbolehkan menjadi tujuan saya waktu itu oleh banyak teman dekat saya karena banyak bahaya, katanya. Kota itu termasuk kota yang saya tinggali sekarang.

Kamis, 22 Mei 2014

List yang saya cita-citakan selama libur semester 2

   Sebentar lagi, saya akan menuntaskan kewajiban saya di semsester 2 yang artinya sudah satu tahun saya berada di dunia perkuliahan . Alhamdulillah. Doakan semoga hasilnya bisa meninkat dibandingkan semester kemarin ya ^^
   Nah, setelah menuntuskan kewajiban Ujian Akhir Semester 2, pada bulan Juni nanti saya akan dihadapkan pada libur superduper panjang selama saya belajar di instansi formal :D. Baiklah, liburan yang (katanya) akan menghabiskan sekitar 2-3bulan ini sudah menari-nari di otak saya untuk diisi rencana sebelum saya hanya menimbun bobot tubuh dan menghitamkan lingkar mata nantinya. Jadi apa rencana yg sudah terpikirkan?
     1. Saya ingin belajar (kursus) menari tradisional secara intensif, paling tidak saya kuasai 2 tarian selama libur nanti. Kenapa tari? Saya melihatnya sebagai seni yang indah untuk dipelajari dengan aturan dan budaya yg berbeda setiap daerah. Selain itu, setiap orang sangat memungkinkan bisa menari meski tidak memiliki modal seperti yang diharuskan pada kegiatan menyanyi. Menari pula lah, yang akan membuat berat badan saya tetap pada porsinya, semoga.
    2. Merealisasikan tabungan sedekah a la saya dan sahabat-ahabat saya tercinta (6). Tabungan yang kami kumpulkan sejak bulan Februari insyaAllah akan disalurkan bagi saudara kami yang membutuhkan.
    3. Kerja parttime atau menjalankan usaha bersama, tentu saja hal ini guna menyehatkan kantong dan dompet saya juga mendukung mimpi saya yang lain. Hehe
    4. Membuka kelas belajar hijaiyah, hapalan surat pendek dan mengaji Al-Qur'an di rumah bagi adik-adik kecil disekitar rumah. Juga bersama para sahabat.
    5. Membereskan koleksi buku yang masih bertahan dan mulai merancang perpustakaan mini yang ingin saya buka sebelum saya lulus kuliah. The last but not least,
    6. Nge-trip. Kalau dana memadai dan ada barengannya saya mau coba PulauSeribu atau Pangandaran (?). Paling tidak, saya mau nge-trip bersama 6 atau singit.
   Saya menuliskan 6 mimpi (sementara) bukan atas dasar apapun. Tulisan ini akan menjadi pengingat bagi saya apa yang harus saya kerjakan selama liburan. Selain itu juga, siapa tau diantara yang berkenan membaca tulisan ini dapat membantu saya mewujudkannya paling tidak dalam doa. Saya akan berusaha menuliskan detailnya sesaat setelah satu persatu mimpi ini menjadi nyata. Doakan saya ya, teman :)