Tampilkan postingan dengan label Payung Teduh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Payung Teduh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 November 2017

Tentang Tulah yang Disyukuri

Saya mau mebuat pengakuan. Ternyata saya bisa menjadi pengagum sesuatu yang hidup dengan cukup ekpresif seperti orang kebanyakan. Sebab, sebelumnya saya berkeras tak mengagumi siapapun selain kedua orang tua saya. Pengakuan ini mendesak untuk diumumkan, setelah patah hati kedua. Iya, gengsi saya sebesar itu sebagai orang yang terlahir dengan zodiak Capricorn dan bergolongan darah A. Hubungannya apa, terserah kamu saja.
Rara Sekar dan Ananda Badudu

Patah hati ditinggal idola kali pertama adalah ketika orang-orang memberi tahu bahwa Banda Neira pamit. Bubar. Diam-diam saya mencari sendiri informasinya, termasuk penjelasan yang langsung dilontarkan Rara dan Ananda Badudu. Perpisahan ini tiba-tiba tapi tak menyentak saya begitu saja pada awalnya. Hanya yang saya sesali (dan syukuri kemudian) adalah belum pernah melihat mereka bermain secara langsung di depan mata.