Rabu (28/2) menjadi penghabisan bulan yang
semarak di Singkawang, sebuah kota kecil yang berjarak 3 jam Pontianak, Kalimantan Barat. Di langit yang menuju purnama, manusia
dengan berbagai asal, suku, dan usia tumpah ruah sepanjang Jalan Firdaus hingga
Jalan GM Situt. Pawai Lampion dalam rangka perayaan Cap Go Meh adalah sebabnya. Sebelumnya ketika langit masih
berwarna senja, acara ini dibuka dengan ritual "Buka Mata Naga" oleh
salah satu Tatung.
Sayangya, saya baru bisa menginjakkan kaki
di kota ini pada saat semua orang sudah mengambil posisi strategis menonton
pawai. Gawat, saya akan kehilangan banyak momen berharga, pikir saya ketika
berusaha menyelip kerumunan. Saya juga mau punya bukti foto dan video bagus,
dong.
Ternyata setelah semakin lama berada dalam
kerumunan manusia, saya menyadari saya tidak bisa mengidentifikasi perbedaan di
sini. Tak ada beda turis ataupun warga lokal. Mereka yang berbicara bahasa
Melayu pun terlihat serupa dengan pengguna bahasa Khek atau Jawa. Semua sama,
melambai kegirangan setiap mobil hias yang membawa lampion dan pemerannya
melintas di depan mereka.
 |
Mobil Hias Ako dan Amoi Singkawang. Foto Milik Kak Reivo |
 |
Amoi Singkawang Ikut Pawai Lampion. Foto kak Reivo |
Antusias ini tak berubah sejak barisan
pawai dibuka dengan Naga dan mobil hias walikota, hingga barisan paling
belakang. Ketika saya mencoba berjalan searah dengan bergeraknya mobil peserta,
penonton dari hulu ke hilir kompak melambai, tersenyum, dan menyapa.
Lampion-lampion yang disusun bervariasi di tiap mobil hias peserta, mempertajam
suka cita dan senyum yang terlihat sepanjang acara.
 |
Lampion dan Senyumnya sama Indah. Foto kak Reivo |
Ternyata untuk berbahagia, cukup dengan
menyadari bahwa kita adalah manusia. Entah akan seberbeda apa kita antara satu
dengan lainnya. Tak usah takut membagi senyum pada ia yang tak dikenal atau
terkenal, hanya lakukan saja. Sesuai namanya, Pawai Lampion benar-benar berisi
pelita yang memberi pelajaran sekaligus perayaan bagaimana menjadi manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar