Rabu, 10 Februari 2016

Kepada Aku


http://photobotic.blogspot.co.id/2009/08/wet-window.html

Sore ini terbuat dari hujan yang sama sekali tak mau mengalah, tapi bisakah kemudian senyum merekah? Bukan untuk berpura-pura pada harimu yang patah agar terlihat baik-baik saja, lengkung itu menandakan kamu masih hidup dalam kesyukuran, ingat?
Patah akan mengajarkan tak menyakiti lebih banyak. Tersenyumlah bahkan dengan airmata yang mungkin tergerak menguasai pipi bertulang naik itu.
                Sore ini mungkin akan tetap hujan dan tak mau menyilakan senja mengambil panggung sampai kemudian gelap menyisakan rintik dan basah yang terus lekat hingga pagi. Bukannya tak apa? Mungkin ini peredam bagi airmata yang sudah ingin lantang berusara. Tak ada yang bisa menghentikan tangis itu gugur begitu saja. Masih berkeras kah hati untuk menganggap ini goresan yang hanya perlu ditanggapi dengan meringis? Semoga secepatnya tidak. Sebelum habis partichor terakhir yang membuat lelap setelah kelelahan menampik luka.
                Sore ini tetap akan semarak oleh hujan. Kepada aku yang hampir lelah menyembunyikan atau justru memeberitakan diri, mengakulah seada-adanya. Hujan ini adalah permintaan yang datang beramai-ramai menggedor bangkit semua kenang terbaik yang hanya dimilikimu seorang. Mengakulah kalah untuk kali ini dan semuanya tetap bukan sebuah salah. Aku tau ketakutan adalah menjumpai hantu apalagi yang berdiam pada sudut pikir. Maka kepada aku, biarkan mereka lepas dan dilesap angin yang tak pernah sampai mengabarkan rasamu yang rahasia.
                                                                                                               Yang mencintaimu seutuh-utuhnya
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar