Saya menangis
untuk banyak hal, dimanapun airmata ini mau turun, termasuk di depan layar atau
di hadapan buku. Airmata biasanya membuat saya lebih lama mengingat dan
memikirkan apa yang saya lihat setelah semua halaman atau layar berubah jadi
hitam. Baru-baru ini film Kartini lah sebabnya.
Napak tilas sebuah lisan yang berbicara lewat baris-baris kata tentang sebuah perjalanan
Minggu, 14 Mei 2017
Minggu, 30 April 2017
Berlibur dengan Mata, Telinga, dan Rasa di Yogyakarta
Kunjungan ke Yogyakarta selalu menyenangkan dan
berbuah rindu. Seisi Jogja seperti punya magnet kuat untuk para pengunjungnya,
terutama saya. Kunjungan pertama saya 7 tahun lalu di kota ini serasa tidak
pernah cukup sampai hari ini. Hampir semua hal bisa jadi penyegaran badan dan
pikiran yang terkuras akibat rutinitas.
Jogja berhati nyaman memang benar adanya. Kota pelajar
dan wiasatanya menyatu menjadi budaya yang menyamankan banyak orang. Ritme lambat
yang mengalun di kota ini cocok untuk sedikit bernapas dari banyak
keterburu-buruan waktu. Tidak hanya soal
alamnya, Jogja juga menyuguhkan wisata dalam kota yang mudah dirindu.
Rabu, 19 April 2017
[Review] Get Out : Standing Applause, Kemudian Bengong
Saya berulang kali pergi ke bioskop tanpa
perencanaan pasti mau nonton apa, karena biasanya yang dipengenin banget malah
ngga ditonton. Kali ini kejadian
lagi, awalnya mau nonton Night Bus yang beberapa reviewnya sudah saya baca dan
cukup membawa rasa penasaran. Sampai di bioskop dekat rumah, ternyata film itu
ngga ditayangkan di sana. Mau pulang atau pindah bioskop yang lebih jauh ngga
mungkin karena langit gelap banget kayak musuhnya ultramen mau datang. Akhirnya
sepakat lah nonton ini karena udah tanggung ada di situ. Tanpa tau jalan cerita
apalagi sempat lihat trailernya. Saya sepakat hanya karena pernah lihat sekilas
genrenya thriller, ah masih berani lah pikir saya.
Langganan:
Postingan (Atom)
