Sabtu, 18 Juni 2016

#ProjectBerdua : Hadiah Bagi si Pelupa



          Pelupa mungkin menjadi nama tengah yang sudah saya sandang sejak lama. Tak terhitung berapa kali ibu mengantar barang-barang penting yang seharusnya saya bawa ke sekolah sejak zaman SD sampai SMA, atau girang bertemu seseorang yang saya hapal mukanya tapi tak secuilpun namanya terlintas di pikran, sampai saya malu sendiri karena harus menggunakan trik asal panggil agar kemudian dikoreksi oleh pemilik nama :D. Itu baru dua hal, belum lupa-lupa yang lainnya. Sampai keadaan ini diingat, menjadi bahan ejekan teman-teman terdekat, dimaklumi dan akhirnya dibantu oleh mereka agar menjadi memori tambahan bagi saya.
            Jangan kira saya pasrah saja dengan kelemahan satu ini. Untuk mengingat banyak hal penting, sehari-hari saya membuat catatan berlapis di berbagai tempat yang mudah saya akses agar tak lagi kelupaan. Tapi sialnya, menjadi lupa lebih mudah dan banyak caranya dari sekedar menengok catatan yang sudah saya siapkan. Tak terkecuali hari itu, satu hari yang biasa pada waktu perkuliahan. Setelah seharian menyelesaikan jam-jam kuliah dan menyetor tugas tanda rusuh yang tandanya saya tak kelupaan mengerjakan, saya pikir saya akan pulang dengan tenang. Nyatanya, ingatan saya ingin bercanda dengan tak mengingat letak benda kecil tapi penting. Kunci motor! Kejadian seperti ini memang bukan yang pertama bagi saya, tapi biasanya saya hanya lupa dibagian tas mana saya menaruhnya. Maka dengan tenang karena merasa tak hilang atau tertinggal di motor, saya membongkar tas ransel yang saya gunakan sambil masih tertawa-tawa dengan beberapa teman. Hasilnya? Tidak ada.

Kamis, 02 Juni 2016

#ProjectBerdua : Meski Bukan Satu-Satunya




Manusia dan ingatannya adalah dua hal yang kerap kali tak terhubung dengan baik. Inilah yang saya alami sebelum memulai tulisan ini. Saya kembali mengulik sejak kapan saya ada disini, membuat serangkaian jejak-jejak kata yang lebih sering saya sembunyikan meskipun ini dunia maya. Ternyata, sudah 6 tahun ke belakang rumah ini saya bangun, meski masih sekedarnya. Iya, sejak 2011 saya berhasil membuat rumah ini ada meski awalnya hanya terisi hasil salin dan tempel dari sumber-sumber lain.

Sabtu, 21 Mei 2016

Makan Malam Terenak



source
Menjadi perantau bukan perkara mudah bagi saya. Banyak hal yang menjadi tiada atau berubah karena tidak lagi dikelilingi banyak anggota keluarga yang lain. Salah satu  yang ikut berubah adalah cara memperingati hari ulang tahun keluarga dekat atau bahkan saya sendiri. Saya memang tidak dibiasakan untuk merayakan ulang tahun dengan pesta atau seremonial berlebihan. Tetapi paling tidak, ulangtahun di keluarga kami berarti doa-doa di pergantian hari, makan keluarga dari masakkan ibu saya yang tidak ada duanya dengan beberapa teman dekat dan ditutup oleh traktiran si punya hajat yang berulangtahun. Iya, intinya ngumpul dan makan enak dan bebas tugas rumah selama sehari.