Yogyakarta
mengagumkan, banyak orang tau ini kan? Sebut saja kamu suka apa, maka rasanya
kamu akan menemukan orang yang sama dan tempat untuk menumpahkannya. Karena ini
lah, berada di tempat ini membuat perjalanan saya semakin jauh sekaligus ingin
kembali secepatnya. Kapanpun saya tak di sini, kaki saya harus sandar di sebuah
tempat setiap senin malam.
Napak tilas sebuah lisan yang berbicara lewat baris-baris kata tentang sebuah perjalanan
Minggu, 06 Agustus 2017
Kamis, 03 Agustus 2017
Selamat Datang Kembali!
“Selama kau menulis, suaramu
takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari” (Pramoedya Ananta Toer)
Kalimat motivasi dari penulis kenamaan, terdengar
indah tapi tidak mudah. Menulis, mengalirkan isi kepala (dan hati) yang sempat
dibungkam dengan pilihan kata sendiri menjadi cukup melelahkan bagi saya
beberapa waktu yang lalu.
Tapi ternyata menghindarinya jauh lebih sulit dan
merepotkan. Diksi-diksi dalam tulisan mungkin lebih sering terbaca kaku
dibanding kata-kata dari mulut saya, tapi setidaknya saya mampu merunut kepala
yang kusut.
Beberapa mata pembaca yang seringkali ribut memprotes atau kebingungan
tidak mengerti di kemarin hari menjadi bagian sibuk pertimbangan saya menulis
berikutnya, kali ini kesibukan itu akan saya pinggirkan. Bukan menjadi angkuh, tapi
tulisan ini tidak disulap untuk menyentuh atau mengerti semua orang.
![]() |
| 30 Hari Menulis |
Maka perjalanan ini akan saya lanjutkan lagi, tentu
tidak sendiri. Seseorang dalam #ProjectBerdua, sekali lagi mau menemani saya
yang berhenti melangkah.
Demi eksistensi blog yang sudah megap-megap, kami
merancang 30 hari menulis. 30 hal yang kami pilih berdua untuk dituliskan entah
akan jadi apa nantinya, kami hanya berdoa sanggup menjalaninya samapi 30 hari
ke depan. Jadi selamat datang di perjalanan kali ini, semua masukkan dapat
ditampung dalam kolom komentar yang ada.
Tidak usah sungkan, bahkan kalau mau
ikut boleh juga. Kepala ini juga butuh asupan baru dari kepala-kepala lainnya.
Salam.
Minggu, 16 Juli 2017
Tiga Orang dalam Raditya Dika
![]() |
| Digambarkan dengan semena-mena oleh dirinya sendiri |
Sejak
pertama kali mengenal namanya melalui sebuah buku berjudul Kambing Jantan, saya
termasuk satu diantara yang tak lepas mengikuti berbagai karyanya yang lain. Meski
bukan penggemar garis keras, banyak karya (dan kadang kehidupan pribadinya) menarik
untuk diikuti. Kali ini video unggahan mengenai perjalanan hidupnya lah yang
memanggil saya, setelah banyak orang di sekitar saya membicarakannya. Mereka
bilang, tonton lah untuk tau siapa sebenarnya Radit.
Langganan:
Postingan (Atom)


