Minggu, 01 Januari 2017

Luka Kita Pada Masa Ini

Masa mengantarkan pada medan penuh luka
Ada yang sengaja dibuka menganga
Bangga mengiris-iris rumpun yang sakit jika dibelah
Menyatukan seruan-seruan marah
Ketakutan pada hal-hal yang tak perlu  setelah itu
Lalu tangis ini milik siapa?

Sepanjang tahun
Kata membunuh banyak rasa percaya
Yang diam, pelan-pelan terbunuh jiwanya
Menelan segala pahit yang disuburkan hujan hujatan
Menjangkarkan benci entah hingga nanti berapa turunan
Tanpa tau sebab juga alasan
Bisakah hari ini kata sudah menjadi sekali lagi awal mula?



Minggu, 25 Desember 2016

Pengakuan


Butuh dua tahun untuk mengaku, itu pun saat akhirnya harus benar-benar pergi. Saya tidak lagi bisa hanya berpamitan sebentar, kemudian disambut senyum atau gelak tawa saat pulang. Tawaran untuk ambil bagian menjadi lebih berguna juga sudah jauh tertinggal berbentuk cerita bersama mereka. Sebelum tulisan ini berlanjut, saya mau mengingatkan bahwa tulisan ini akan jadi memorandum dalam bahasan paling singkat. Mungkin, satu dua hal tidak disetujui anggota yang sama-sama ada di dalam rumah ini saat mereka membacanya, saya tidak peduli. Ini adalah kacamata saya, juga semua nada dalam kepala yang bisa saya terjemahkan.

Selasa, 13 Desember 2016

Ketika Kita

Tidak bisa tidak,
Saat langkah setuju untuk berpadu 
Akan ada lebih dari sebuah seteru
Aku setuju
Bukan untuk beradu, maksudku
Tapi memulai jalan baru
Adalah perkara berani maju, atas apa tujuan yang tak lagi diperjuangkan sendirian
Ada hal-hal di luar nalar, atau kemungkinan yang pernah terpikirkan
Tinggal menunggu giliran
Siapa yang akan terheran-heran lebih dulu
Kemudian menahan, bertahan
Karena semua bisa dipertimbangkan
Seperti semua awal mula,
Bagaimana setiap kata terawat dalam pendengaran
Seperti satu-satu harapan yang dilayangkan dan tidak untuk begitu saja dilupakan