Kamis, 31 Maret 2016

Saya (tak) cemburu

Saya disampingmu, jika kamu mau bercerita tentang bahagia yang pernah kamu punya dan mungkin sesekali kamu rindu. Satu dua kali saya mungkin mendebatnya, merasa heran tapi bukan iri. Saya akan lebih banyak diam dan mencatat dalam hati, untuk tak memberikanmu reka ulang ketika kamu disini bersama saya. Karena kenangan yang berkelindan tumpang tindih hanya akan merumitkan. Tentu, karena saya tak ingin menjadi pembanding. Tolong catat, ini bukan karena cemburu.

Minggu, 28 Februari 2016

Hei, Kakak Singa

Hei kak, terimakasih mau dengan sabar mengirimkan belasan surat musim pertama bagiku ini. Tentang tenggat yang hampir lewat atau kiriman mendesak pagi buta tolong dimaafkan. Aku tak selalu bisa punya jam yang sama untuk mengirimkan tanda cinta bagi para penerima. Senang rasanya dikenalkan bosse kepada kamu, bertambah satu lagi peredam sekaligus perpanjangan pikiranku di dunia maya yang ku bawa dalam nyata.

Meski sepertinya kamu sibuk sekali ya, kak. Sebulan pertama perkenalan denganmu, isi twittermu penuh dengan surat-surat yang harus lekas sampai. Hanya satu dua kali menjumpai percakapan atau kata-katamu sendiri yang tumpah disana. Apapun yang kamu kerjakan, semoga selalu membawamu pada bahagia. Seperti orang-orang yang lega suratnya sampai dengan jasa baikmu.

Satu yang langsung membuatku tertarik saat bosse menunjuk kamu sebagai kangposlingku, namamu. Liony ya kak? Lio. Singa. Apa rasanya menjadi seorang 'singa'  kak? Dan seperti apa singa hidup dalam dirimu? Hee. Maaf jika sebagai orang baru aku terlalu ingin tau. Tapi kata singa dalam namamu terdengar kuat dan menyenangkan. Semoga di kali lain, kita bisa berjumpa seutuhnya raga ya kak. Sepertinya kita sekota :)

Pangapurane yo kak, jika suratku tak utuh 30 seperti orang-orang lain yang begitu rajin. Untuk menuliskan yang sudah ada saja, beberapa diantaranya perlu kurangkai-hapus berkali-kali. Mungkin aku akan menjadi coretan merah dalam rapormu pada bosse, sampaikan salam dan maafku juga untuknya ya. Bagaimanapun kalian menjadikanku mau berusaha, semoga pahala balasannya.
Salam sayang dari jogja yang hujan.

Terimakasih, pak



Untuk sosok sederhana yang seringkali membuatku gemas karena diamnya, terimakasih untuk cinta luasmu. Aku pernah marah padamu ya, beberapa kali bahkan. Apakah kau juga begitu? Maaf untuk kelakuanku yang tak sabaran dan belum paham bahasa diammu. Bagaimana jika nanti aku pulang, kita menghabiskan waktu berdua lebih banyak?