Sabtu, 11 Oktober 2014

selarik kebelakang wajahmu dulu dan kini



Rasanya aku masih terus rindu
Maka izinkan sekali lagi mengenang wajahmu sejak pertama kita bertemu
Apakah kamu juga rindu?
Atau justru telah lupa pada wajahmu?

Kenapa maunya dibeliin?

   Beberapa hari yang lalu salahsatu penulis favorit saya berkabar bahwa ia telah rampung menulis sebuah buku yang berisi 'bocoran' bagaimana ia beliau bisa mendapatkan beasiswa dari 10 lembaga yang berbeda selama kurun waktu perjalanan hidupnya. Tidak sampai hanya bagaimana beliau bisa meraih mimpi-mimpi bersekolah di luar negeri secara gratis, bukunya juga membeberkan bagaimana caranya bertahan jauh dari orangtua, saudara bahkan negara tempatnya dilahirkan dalam kurun waktu yang tak sebentar. Bagian terakhir yang kemudian saya lupa tentang pertanyaan yang belum pernah terpikirkan justru sudah beliau tunjukkan, yaitu untuk apa ilmu yang sebegitu jauh kita kejar  ketika kita sudah harus kembali ke tanah ini.
 
buku yang ada dalam daftar doa :p
Jangan tanya seberapa inginnya saya membaca dan memiliki buku hebat ini, yang mungkin sudah ada pendahulunya. Tetapi tetap saja saya mengincar yang satu ini karena saya sudah pernah membaca 3 buku karyanya yang tida pernah bisa berhenti memotivasi hidup saya sampai pada tahap ini. Tetapi nyatanya, sampai hari ini, buku itu blum juga berhasil ada di tangan saya. Kenapa? Karena saya tidakk membelinya dan tidak akan membelinya.
Mungkin beberapa orang yang mengenal saya cukup dekat akan heran kenapa kalauu saya tertarik tapi saya tidak mau membelinya? Sederhana sekali alasannya, saya ingin ada seseorang yang menghadiahkannya kepada saya karena uang saya belum cukup orang tersebut tau bahwa mimpi saya bisa menyusul jejak om Fuadi sudah lama berakar.
Bisa jadi sepele memang, tapi bagi saya hal itu justru kekuatan besar bagi saya untuk tetap memegang mimpi itu, karena ternyata selain saya dan kedua orangtua saya, ada orang yang tak terhubung darah mendengar apa yang selama ini sering saya teriakkan lalu mau membantu saya melangkah menuju apa yang saya cita-citakan melalui pemberiannya dan orang tersebut adalah sahabat.
Bukan lantas saya mengucilkan mereka yang selama ini telah mengaggap saya  sebagai sahabat atau sebaliknya, tidak sama sekali. Arti mereka pun besar bagi saya sampai hari ini. Tidak sepicik itu penjelasannya.  Justru dalam hal ini, saya ingin mengoreksi seberapa jauh saya telah peduli pada orang-orang disekitar saya terutama para sahabat dan saudara tentang apa yang mereka impikan, rasakan, dan takutkan.
Lalu berhasilkah saya mendapatkan buku itu? Sampai hari ini belum, hehe. Kecewa? Mungkin iya pada diri saya, karena itu berarti saya pun tak tanggap terhadap apa yang dirasa mereka. Tetapi doa saya tetap yang terbaik untuk para saudara dan sahabat yang tak tertali darah, semoga bila saya belum menjadi seorang yang baik, ada sahabat mereka yang memiliki rasa peduli lebih untuk menjaga mereka disana dalam susah dan senangnya dan rezeki selalu mengalir cukup bagi mereka agar saya bisa membaca buku itu hehe. Ngarep sedikit ngga apa-apa lah ya, namanya juga usaha.

Kamis, 07 Agustus 2014

Tahun kedua

4 Agustus 2014
Pernah kita lalui masa saling tertawa Memandang dua dunia di belakang punggung lawan bicara saat kita bertemu muka
Menjadikannya perlahan satu rasa sama rata

Pernah kita menerbangkan asa yang berbeda
Seringkali orang kata tak berpikir kita tentang berbagai resikonya
Lalu yang kita pinta hanya bagaimana DIA merestuinya
Karena kita percaya semesta selalu punya ruang bagi kita

Pernah juga kita tak saling bicara
Padahal rindu ada dari mega hingga senja
Membiarkan pesan-pesan tak terbaca
Tapi tak bisa mengabaikan racauan di dunia maya

Ah, rasi bintang apa yang menaungi kita sebenarnya?
Karena rasanya setiap perjalanan selalu ada yang istimewa

Satu dua kali kita pernah mempecundangi apa yang kita sebut bersama
Selebihnya mensyukuri rasanya lebih pas bagi kita

Kita tetap dua kepala dan rasa yang berbeda
Bertahun-tahun nanti pun tak ada yang bisa mengubahnya
Memberi warna juga detak pada langkah yang akan semakin sama

Meski pengungkapan kerap kali berbeda
Bisa jadi indah ataupun sebaliknya
Tanpa banyak cara, kita tau bahwa kita saling cinta

                            Selamat berjumpa pada tahun yang kedua, selamat menikmati tahun-tahun berikutnya.

Dikutip dari note dengan perubahan seperlunya :)