Rabu, 18 Oktober 2017

Naik Roda Besi Tanpa Pusing Lagi!

Ilustrasi Kereta Api

Sejak kecil berpergian menggunakan kereta adalah hal biasa bagi saya. Saya masih ingat, sekitar 13 tahun yang lalu naik kereta adalah perjalanan panjang melelahkan luar biasa karena harus berebutan tempat duduk dengan orang lain dan pedagang kaki lima, apalagi menjelang libur panjang. Karena pada masa itu, tiket kereta yang dijual di loket banyak yang tidak memiliki nomor tempat duduk, jadi berlaku prinsip siapa cepat dia dapat. Namun meski begitu, perjalanan menggunakan si roda besi selalu menyenangkan karena sepanjang jalan saya bisa melihat potret kota maupun desa di berbagai daerah tanpa macet.

Memang seberapa sering sih kamu menggunakan kereta api? Sering sekali, karena saya tinggal jauh dari orang tua selama berkuliah dan sering terserang rindu jadi saya bisa random tiba-tiba ingin pulang. Belum lagi, beberapa saudara dan teman menyebar di berbagai daerah yang sulit diakses menggunakan pesawat (baik secara geografis maupun finansial) maka kereta api adalah transportasi yang sangat akrab dengan saya.

Rabu, 06 September 2017

Tiga Puluh Sisi

Tema hari ini susah, 30 fakta tentang dirimu katanya. Agak ngga ada tujuannya tapi toh memang semua perjalanan harus punya tujuan? Nikmati saja ya, ini dia:

1.       Lahir sebagai sulung dengan seorang adik perempuan yang kata orang mukanya plek ketiplek
2.       Tim si perencana kalau mau kemana-mana
3.     Beda cerita kalau lagi dalam ambang batas emosi tingkat tinggi, hubungi satu dua orang lalu pergi
4.       Bercita-cita punya rumah di tiga tempat (sejauh ini)
5.       Tukang nyasar, pengakuannya ada di sini!
6.       Tim ransel yang mampu digendong sendiri kalau pergi, makanya selalu belajar packing sepraktis mungkin

Selasa, 15 Agustus 2017

Senang

Aku tak segan untuk pulang membawa senyuman
Pada diksi-diksimu yang tak beralamatkan
Biarkan
Aku lupa mendaftar satu keahlian; gadis yang mampu tersipu-sipu

Senja di petang lalu kau dijelang
Tak ada namaku terpampang
Memang segala bahagia sepatutnya mampu dicicipi sebanyak mungkin orang
Tapi aku tak keberatan menelannya malam ini untuk tidur yang tenang

Di bingar senja aku menolak untuk diam dilucuti malam
Ternyata padamulah alasanku tenggelam