Kamis, 07 Agustus 2014

Tahun kedua

4 Agustus 2014
Pernah kita lalui masa saling tertawa Memandang dua dunia di belakang punggung lawan bicara saat kita bertemu muka
Menjadikannya perlahan satu rasa sama rata

Pernah kita menerbangkan asa yang berbeda
Seringkali orang kata tak berpikir kita tentang berbagai resikonya
Lalu yang kita pinta hanya bagaimana DIA merestuinya
Karena kita percaya semesta selalu punya ruang bagi kita

Pernah juga kita tak saling bicara
Padahal rindu ada dari mega hingga senja
Membiarkan pesan-pesan tak terbaca
Tapi tak bisa mengabaikan racauan di dunia maya

Ah, rasi bintang apa yang menaungi kita sebenarnya?
Karena rasanya setiap perjalanan selalu ada yang istimewa

Satu dua kali kita pernah mempecundangi apa yang kita sebut bersama
Selebihnya mensyukuri rasanya lebih pas bagi kita

Kita tetap dua kepala dan rasa yang berbeda
Bertahun-tahun nanti pun tak ada yang bisa mengubahnya
Memberi warna juga detak pada langkah yang akan semakin sama

Meski pengungkapan kerap kali berbeda
Bisa jadi indah ataupun sebaliknya
Tanpa banyak cara, kita tau bahwa kita saling cinta

                            Selamat berjumpa pada tahun yang kedua, selamat menikmati tahun-tahun berikutnya.

Dikutip dari note dengan perubahan seperlunya :)

Rabu, 30 Juli 2014

Teh Kid

   Selalu saja ada yang berharga dalam hidup ketika satu pertemuan tersambung dengan jalinan persaudaraan yang tak pernah takut akan perpisahan. Perasaan takjub terus mengiringi ketika hati diam-diam menyebut namaNya karena begitu besar cinta yang mampu dihadirkan olehNya.
   Adalah saya yang merasa beruntung bertemu takdir dipertemukan dengan seorang kakak perempuan yang hadir tak terlambat menjadi teladan ketika kaki membutuhkan arah, Kidung Wulandari namanya. Iya, nyanyian sang rembulan ternyata bisa menjadikan matahari tetap bersinar seletih apapun ia.
   Terpaut 3 tahun umur kami tak menjadikan saya sungkan berbicara banyak dihadapannya, bahkan tentang mereka yang ada dalam lingkaran saya hari ini dan tidak ada dalam lingkaran yang sama dengannya. Ia yang mengajarkan saya untuk nyaman berbagi cerita, sekaligus mengenal teman-temannya dan menjadikannya pelajaran bagi saya.
   Pertama kali mengenalnya, ia adalah sosok yang disegani (bahkan ditakuti) adik kelasnya dengan mata yang memang tajam meski telah dibingkai kacamata coklatnya. Tapi mengenalnya sampai hari ini membuat saya tau, dia seseorang yang amat supel dan ceria bahkan menampakkan sedihnya adalah tabu baginya.
  Tak heran banyak orang yang mengenalnya mudah menyayanginya karena lembut dan juga hangat pribadinya. Visioner dan mau menerima masukkan atas apa yang dilakukannya tapi tegas pada prinsip yang dipegangnya, ah semakin mengenalmu, makin banyak yang bisa ku curi teh dari pribadi dan pengalamanmu.
  Satu pelajaran nyata darinya adalah ikhlas, ya keikhlasannya terus diasah oleh Sang Pencipta hingga ia tak ingin berlama sedih ketika dihadiahi banyak pelajaran.
  Banyak sudah yang ia rasa, sedih pastinya. Tapi ikhlas yang tertanam kuat pada hati, pikir juga lisannya membuatnya tak ingin lama berurai airmata. Kehilangan harta benda dari hasil jeri payahnya , bahkan orang yang teramat dicintainya tak mengubahnya menjadi pribadi mundur. Justru sebaliknya. Mulianya hatimu teh Kid.
  Lalu pada akhir kata ini apa yang membuat saya menulis tentang sosoknya? Sebagai pengingat tentunya. Ketika banyak udara disekeliling saya menjadi begitu muram, masih ada orang yang saya cintai yang berdiri beberapa langkah di depan saya menanti untuk mengikuti jejak kebaikannya. Alhamdulillah :)
  Allahu akbar!

Senin, 28 Juli 2014

Ingatkan

Ingatkan saya,
-menulis tentang trip ke bogor
-menulis tentang cara 6 berbagi
-lebaran 1435H
-berkumpul
Hari ini masih mau libur dulu, karena idul fitri saya mengucapkan selamat lebaran ya bagi yang merayakan. Mohon maaf ya atas segala salah :)