Rabu, 19 Agustus 2015

Jangan sampai malam

Benarkah tak cukup yang pagi sampaikan? 
Sampai malam harus menungguimu berkata-kata
Padahal kita bertemu di banyak terik siang
Mimpi-mimpi naik ke langit sudah lewat deru napas yang menguap 
Tinggi sekali
Kau tau itu



Lihat kan? 
Bayang semakin panjang meledek langkah 
Apa katanya? 
Lebur lah sekali lagi dalam pekat hitam dibatas terang, toh aku bukan datang dari bangsa peri yang mengepakkan cahaya 
Kamu tau, aku tak mau.

Kubilang jangan sampai malam
Ini bukan perintah, kalau boleh kusebut adalah pinta 
Ibu akan mencari, merengkuh putrinya rebah
Dari rasa lelah 
Karena gelap kerap menyamaratakan kata
Sebab tak ada sirat yang mampu membuat ku mendekat 
Aku tak pernah benar-benar berani melangkah
Malam bisa saja berbuat kejam
Aku atau kamu yang pergi, tak pernah menyisakan jejak
Kau tau itu, tuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar